Rabu, 25 Agustus 2021

Jalan-Jalan Pagi


Kemarin pagi tumben istri ngajakin jalan-jalan. Padahal kemarin pagi cuaca lagi dingin. Kalau masih dingin, biasanya dia masih ngruntel selimutan di kamar. Badannya suka ndrodog kalau kena cuaca dingin. Emang ada apa ya, orang yang alergi dengan cuaca dingin?

 

“Ah udah lah, ikutin aja apa kata istri. Pagi ini let’s go kita jalan-jalan”, batin saya.

 

Motor pun saya keluarkan dari rumah. Dipanasin bentar. Sambil manasin saya terus berpikir, “Ajak jalan-jalan kemana ini ya?”, tanya dalam hati.

 

Setelah istri siap-siap, saya pun menggeber motor. Saat sudah jalan, masih bingung juga mau jalan kemana. Sudah lah yang penting jalan dulu aja.

 

Tidak lupa kamera Nikon D3200 saya bawa. Biasa buat latihan motret-motret. Cuaca pagi tuh biasanya banyak pemandangan yang cantik dan menarik.

 

Setelah berpikir lama, saya putuskan untuk jalan-jalan ke kali kutho. Sebuah sungai besar yang jadi perbatasan antara kota Kendal dan kota Batang. Sungai ini sangat iconic karena diatasnya dibangun sebuah jembatan tol warna merah yang begitu megah.

 

Kalau kamu pernah lewat jembatan ini, berarti kamu pernah lewat kota Weleri. Rumahku deket loh sama jembatan merah ini. Mungkin hanya sekitar 10 menit perjalanannya dari jembatan ini. Mampir ya! Hehe…

 

Kami jalan-jalan ke kali kutho lewat jalur selatan. Jalur ini adalah Jalur perbukitan yang dipenuhi dengan rerimbunan pepohonan yang lebat-lebat sekali. Bisa dikatakan ini mirip tengah hutan lah.

 

Setengah perjalanan awal medannya masih jalan cor, tapi sisanya kami harus melewati jalan makadam atau bebatuan yang bercampur dengan banyak lumpur.

 

Di bukit ini juga terdapat sebuah makam yang luas. Katanya orang-orang sih makamnya wingit dan angker. Gimana ga wingit coba, di beberapa tempat makamnya tumbuh beberapa pohon beringin yang besar dan tua.

 

Diameter pohonya besar sekali. Daunnya lebat-lebat. Dan rumbai-rumbai rantingnya terlihat menjulur-julur ke bawah. Kalau malam-malam lewat makam ini sendirian pasti terasa seram.

 

Nah, saat kami lewat makam ini tiba-tiba saya melihat sebuah jalan setapak yang mengarah ke suatu tempat. Seperti sebuah spot tempat nongkrong anak muda. Jalan setapak itu mengarah ke sebuah puncak perbukitan kali kutho.

 

“Pernah kesini dik?”, tanya saya.

“Belum…”, jawab istri.

“Ya udah yuk, kita coba ke sana”, ajak saya.

 

Akhirnya kami memutuskan pergi ke sana. Tempatnya terlihat sepi. Tidak ada orang sama sekali. Tapi disekitarnya banyak terdapat spot-spot nongkrong. Di tengahnya terdapat rumah kayu yang digunakan barista untuk meracik berbagai macam minuman.

 

“Oalah, ternyata ini kafe toh”, batin saya.

 

Jadi spot ini adalah sebuah kafe dengan konsep outdoor di tengah alam. Berada di atas sebuah perbukitan. Bisa nongkrong sambil melihat keindahan kota Weleri dari atas bukit. Sebuah konsep yang menarik.

 

Tapi kafenya ini dekat dengan kuburan. Sekitar 10 meter ke timur sudah masuk kuburan. Kalau malam hari kuburan memang tidak kelihatan, tapi kalau siang hari kelihatan jelas sekali.

 

Akhirnya saya jelajahi semua area kafe tersebut. Dari sini pemandangannya cantik-cantik sekali. Jembatan merah yang berada di jalan tol kota Weleri terlihat megah sekali. Rasanya asyik melihat hilir mudik kendaraan dari atas bukit ini.

 

“Wah, ga sia-sia nih tadi saya bawa kamera”, batin saya.

 

Tanpa menunggu waktu lama, kamera pun langsung saya setting. Langsung cekrak-cekrek dengan segala pemandangan yang sudah disuguhkan. Hamparan sawah yang membentang di sepinggiran kali kutho menambah keindahan alamnya jadi makin cantik.


 

Nama kafenya adalah BTS (Bukit Tegal Santun). Sudah lima tahun lebih saya tinggal di kota Weleri, tapi saya baru tahu kalau di kota saya ada tempat nongkrong seasyik ini. Istri saya yang asli orang sini ternyata juga baru tahu tempat ini.

 

Wah, kami kudet nih. Kurang update. Hehe…



Setelah saya jelajahi, ternyata ada dua jalur untuk masuk ke kafe ini. Jalur pertama adalah jalur dari kali kutho. Di jalur ini kita harus menaiki jalan setapak yang menanjak. Jalurnya meliuk-liuk seperti ular.

 

Jalur kedua adalah jalur dari kuburan. Jalannya enak. Tinggal lurus aja ke barat sudah bisa masuk kafe. Tapi ya itu, harus lewat kuburan dulu. Serem deh.




Setelah selesai motret-motret, kami pun bergegas pulang. Sebenarnya sayang banget kalau harus pergi, karena masih belum puas motretnya. Ya mau bagaimana lagi, kita berdua sendirian disini. Rasanya serem juga kalau hanya berdua sendirian.

 

Insyaallah kapan-kapan kami harus kesini lagi. Sayang banget kalau tempat sebagus ini tidak dijadikan spot foto produk hijab Lina Livia di butik kami Griya Aniqah.

 

Tentunya harus membawa konsep yang pas dan jelas juga. Memotret foto produk kalau konsepnya pas dan jelas dengan spotnya, insyallah foto-fotonya pasti menjual.

 

Kamu mungkin ada saran, tempat sebagus ini mau dikonsep seperti apa? Silahkan beri komentar kamu sekarang di bawah.

 

 

Akhwan Zarkasyi

(Gitaris, Fotografer dan Penulis)

Terima kasih sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan saya ini bermanfaat, anda bisa bagi tulisan ini sekarang juga.

Twitter @AkhwanZarkasyi

Facebook @AkhwanZarkasyi

Jumat, 20 Agustus 2021

Tasyakuran HUT ke-76 RI


Beberapa hari yang lalu kami warga desa RT 3 RW 1 Pagersari Penaruban Weleri Kendal Jawa Tengah, mengadakan acara tasyakuran HUT ke-76 RI. Acara bertempat di rumah ketua panitia acara, mas Tono.

 

Acaranya sederhana. Hanya gelar terpal di halaman depan rumah, pasang lampu, plus pinjam speaker musholla. Sudah begitu saja. Simpel, mudah dan murah.

 

Kebetulan di acara tersebut saya ditunjuk pak RT sebagai pemadu acara. Biasanya jadi musisi pegang gitar, eh sekarang suruh pegang mic jadi pemandu acara. Rasanya memang agak aneh.

 

Kata pak RT, “Ga enek cah enom mas, wes sampeyan wae MC-ne”. Alhamdulilah, paling tidak masih ada yang menganggap saya cah enom. Hehe…

 

Bisa dikatakan acara tasyakuran kemarin itu sukses, lancar dan gayeng. Terlihat dari jumlah warga yang datang lumayan banyak. Antusiasme para warga cukup tinggi. Bapak-bapak, ibu-ibu, mbak-mbak, mas-mas dan adik-adik semua berkumpul ikut memeriahkan acara.

 

Susunan acara kemarin juga simpel sekali. Hanya pembukaan, menyanyikan lagu indonesia raya, doa-doa, sambutan-sambutan, potong tumpeng, istirahat dan penutup. Sudah itu saja. Susunan acaranya tidak banyak seperti acara tahun kemarin. Karena masih suasan pandemi, jadi acara memang agak dipersingkat.

 

Dari semua rangkaian acara, menurut saya hal yang paling menarik adalah sambutan dari tokoh masyarakat desa kami, yaitu pak Isa. Beliau boleh dikatakan sesepuh desa kami. Semua orang patuh, taat dan menghormati beliau. Setiap acara tasyakuran 17-an, beliau pasti selalu memberikan sambutan.

 

Hal yang menarik adalah beliau memberikan sambutan sambil memberikan kuis yang berhadian sejumlah uang. Biasanya yang ikut anak-anak. Hadiah uangnya macam-macam. Ada yang bisa dapat 20.000, 40,000, 60.000. lumayanlah buat jajan cilok anak-anak.

 

Saya sendiri suka kuis-kuis yang diberikan oleh pak Isa. Kuisnya adalah pertanyaan-pertanyaan tentang sejarah dan seputar nasionalisme negri kita tercinta Indonesia.

 

Contoh-contoh pertanyaannya seperti, dimana presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan republik Indonesia. Siapa pengarang lagu Indonesia raya. Coba sebutkan dan urutkan siapa saja nama-nama presiden RI dari mulai pertama sampai presiden yang sekarang.

 

Alhamdulilah, dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini kami semua jadi ingat, paham dan mengerti sejarah kemerdekaan negri ini.

 

Kami semua warga sangat bersyukur, di tengah suasana pandemi yang belum kunjung usai, kami masih bisa saling silaturahmi di acara ini. Tidak lupa kami juga terus mendoakan dan mengenang para pejuang yang mati-matian memperjuangkan kemerdekaan negri ini.

 

Kami semua tahu bahwa negri ini belum sepenuhnya merdeka. Masih banyak kebodohan, kemiskinan dan ketidakadilan yang terjadi disana-sini.

 

Semoga saja apa yang kami lakukan ini bisa menumbuhkan semangat generasi berikutnya untuk tetap terus mencintai bangsa ini. Untuk terus mengangkat derajat negri ini. Untuk terus pantang mundur dalam memperjuangkan arti kemerdekaan yang sesungguhnya bagi negri ini.

 

Dirgahayu negriku tercinta Indonesia. Selamat HUT ke-76. Semoga makin jaya. Makin sejahtera. Dan makin mengembang kepak sayap-sayap garudamu ke seantero jagat raya.

 

MERDEKA!!!

 

 

Akhwan Zarkasyi

(Gitaris, Fotografer dan Penulis)

Terima kasih sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan saya ini bermanfaat, anda bisa bagi tulisan ini sekarang juga.

Twitter @AkhwanZarkasyi

Facebook @AkhwanZarkasyi

Minggu, 15 Agustus 2021

Memandang Kegagalan

 


Saya tadi habis baca sebuah artikel pengembangan diri dari James Clear The Chosen Ones Choose Themselves . Artikel tersebut banyak membahas tentang kisah hidup sang penulis novel fiksi legendaris Harry Potter, J.K. Rowling.

Hari ini kita melihat dia sudah menjadi seorang penulis yang hebat. Novel Harry Potter yang terbitannya sudah sampai jilid ke-7 itu, tiap serinya selalu menjadi novel paling laris. Larisnya tidak hanya di negara Inggris di tempat tinggalnya sana saja, tapi sudah sampai di seluruh dunia.


Makanya, buku-bukunya sudah diterjemahkan kedalam banyak bahasa. tidak hanya anak-anak saja yang menyukai bukunya, tapi orang-orang dewasa juga menggandrungi seri buku-bukunya.

Cerita di dalam novelnya pun sampai sudah diangkat ke layar lebar. Dan filmnya sukses besar. Setiap seri filmnya selalu ditunggu dan dielu-elukan oleh para penggemarnya. Sepertinya semua orang di dunia selalu ingin menonton serial filmnya.

Majalah forbes, majalahnya orang-orang kaya top dunia sampai menobatkan J.K. Rowling sebagai satu-satunya penulis yang bisa menghasilkan 1 billions dollar dari profesi hanya dari menulis saja.

Prestasi yang luar biasa. Itu billions-nya dollar loh ya, bukan rupiah. Coba anda hitung sendiri deh, berapa banyak angka nol-nya tuh? Hehe…

Dibalik kesuksesannya yang mentereng itu, ternyata dia punya rentetan kisah masah lalu yang begitu kelam. Saya baca dari artikel di sebuah portal berita, masa kelam J.K. Rowling itu banyak dan dan begitu bertubi-tubi.

Mulai dari pernikahan masa mudanya yang sangat singkat. Pernikahan yang dikaruniai satu orang anak itu hanya bertahan satu tahun saja.

Dia juga seorang single fighter dengan satu orang anak tanpa memiliki pekerjaan yang mapan. Hal ini membuatnya kesulitan untuk membiayai kehidupan mereka berdua.

Dia pernah bekerja sebagai juru ketik dan tukang arsip di sebuah gereja. Selama bekerja, anaknya yang masih kecil itu selalu dibawa dan ditidurkan di kereta dorong.

Selain itu, naskah-naskah novel Harry Potter yang dia kirimkan ke penerbit-penerbit pernah ditolak sampai 13 kali. Katanya, jika naskah novel yang kamu kirimkan tidak ada balasan dari penerbit, berarti naskahmu ditolak. Meski terus ditolak, dia terus saja mengirimkan naskah-naskah ke penerbit-penerbit lain.

Dia juga pernah depresi berat. Rasanya sudah sampai ingin bunuh diri. Tapi saat dia melihat sosok putrinya yang masih kecil itu, dia urungkan niatnya. Ada semangat untuk melanjutkan hidupnya lagi. Meskipun dia harus butuh seorang psikiater untuk mengembalikan kondisi mentalnya yang terpuruk.

Meski masa lalunya berat, J.K. Rowling tidak pernah menyerah dengan keinginannya yang kuat untuk menjadi seorang penulis. Ibunya juga tahu bahwa dia sejak kecil memang suka dengan dunia tulis menulis. 

Tapi sayang, setelah enam bulan penulisan naskah Harry Potter, ibunya meninggal dunia. Dia tidak bisa melihat kesuksesan anaknya yang sekarang.

Masa lalu J.K. Rowling begitu kelam. Banyak sekali kepedihan yang harus dia alami. Meski begitu dia tidak pernah merasa malu membiacarakan semua kegagalannya. Rasanya tidak ada apa-apanya kisah kelam masa lalu saya dibandingkan dengan masa lalu J.K. Rowling.

Kalau anda bagaimana?

Membaca kisah penulis yang satu ini saya jadi ingat kata-kata seorang artis Andre Taulani di sebuah interview yang pernah bilang bahwa,

Kehidupan itu pasti berputar Bro, tidak mungkin hidup lo selamanya akan bahagia terus, pasti akan ada saatnya nanti lo akan merasakan kesedihan. Begitu juga sebaliknya, tidak mungkin hidup lo selamanya akan sedih terus, pasti nanti akan ada saatnya tergantikan dengan kebahagiaan”.

Benar saja, setelah J.K. Rowling merasakan kegagalan demi kegagalan, sebuah titik cerah harapan pun mulai sedikit terlihat. Seseorang bernama Christopher Little mau melirik karyanya.

Dia adalah seseorang yang berkecimpung di dunia sastra. Melalui orang tersebut, novel Harry Potter akhirnya dipublikasikan oleh penerbit Bloomsbury.

Proses penerbitannya juga tidak mudah. Agar bukunya bisa terbit, pihak penerbit memberikan sejumlah syarat. Salah satunya adalah penerbit tidak mau menuliskan nama lengkapnya Joanne Kathleen Rowling.

Karena menurut penerbit, nama lengkapnya terlalu feminin. Katanya untuk buku kategori anak-anak, penulis perempuan itu kurang populer. Bisa-bisa bukunya nanti jadi tidak laku. Makanya, nama penulis buku Harry Potter ditulis dengan singkatan J.K. Rowling.

Editornya juga pernah meremehkannya, katanya jangan terlalu berharap dengan income dari menulis buku. Karena hasilnya tidak akan pernah cukup untuk biaya hidup. Tapi dia tidak mau mendengarkan nasehat editornya. Dia masih tetap bersikukuh ingin menerbitkan hasil jerih payahnya selama ini.

Ternyata editornya salah besar. Setelah diterbitkan, buku-bukunya malah laris manis dan sukses besar. Buku seri novelnya sampai berjilid-jilid. Adik saya aja yang sudah punya anak satu sampai punya semua koleksi lengkap buku-bukunya.

Belum lagi film-filmnya di box office. Film-film Harry Potter sukses mencuri perhatian dunia. Tiket-tiket bioskopnya selalu ludes terjual saat peluncuran perdana film-filmnya. Semua kalangan suka melihat film-film Hary Potter.



Lalu pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah ini?

Kalau menurut saya sih, untuk mencapai sesuatu ya kita memang harus gagal dulu. Apapun pencapaian yang kita inginkan, ya kita harus berani merasakan gagal dulu. Tanpa kita mau berani gagal, kita tidak akan pernah bisa belajar bagaimana proses melangkah ke sebuah pencapaian yang kita inginkan

Seperti pidato J.K. Rowling dalam sebuah acara pelepasan kelulusan mahasiswa di universitas Harvard,

It is imposible to live without failing at something. Unless you live so cautiously, that you might as well not have lived at all.

Gagal itu belajar. Gagal itu proses. Gagal itu ibarat tangga yang harus kita naiki satu persatu agar nantinya kita bisa sampai di puncak kesuksesan yang kita inginkan. Jadi pelajari gagalmu, maka akan semakin dekat suksesmu.

 

Akhwan Zarkasyi

(Gitaris, Fotografer dan Penulis)

Terima kasih sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan saya ini bermanfaat, anda bisa bagi tulisan ini sekarang juga.

Twitter @AkhwanZarkasyi

Facebook @AkhwanZarkasyi


Jumat, 13 Agustus 2021

Bahagia


Bahagia itu realtif ya, tidak bisa diukur dengan kaca mata materi saja.

Tapi untuk orang yang sudah the next level, materi itu sebenarnya hanyalah alat. Hanya sebuah sarana untuk meraih kebahagiaan yang lebih hakiki.

Apakah boleh punya banyak materi? Boleh saja, asal bisa sadar diri.

Apakah boleh punya sedikit materi? Boleh saja, asal bisa jauh dari iri dengki.

Apakah boleh tidak punya materi sama sekali? Boleh saja, tapi kalau sudah cukup ilmu. Kalau belum cukup mending jangan. Karena hidup masih perlu sandang pangan.

Kebanyakan manusia hidupnya terlalu fokus dengan apa yang tidak mereka miliki. Makanya mereka sulit mencapai bahagia.

Coba mereka fokus dengan apa yang telah mereka miliki, pasti bahagia bisa jadi teman ngopi yang asyik sekali.

Beruntunglah orang-orang yang hidupnya mudah bersyukur. Ada sedikit dia bersyukur. Banyak bersyukur. Tidak punya apapun dia masih bisa bersyukur.

Orang-orang seperti inilah orang-orang yang hidupnya penuh dengan kebahagiaan.

Berbahagialah…

Karena hanya dengan merasa bahagia semuanya akan terasa indah.


Akhwan Zarkasyi

(Gitaris, Fotografer dan Penulis)

Terima kasih sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan saya ini bermanfaat, anda bisa bagi tulisan ini sekarang juga.

Twitter @AkhwanZarkasyi

Facebook @AkhwanZarkasyi

Kamis, 12 Agustus 2021

Ngaji Di Musala #1



Setiap hari selasa, setelah shalat isya kami jamaah musholla Nurul Jadid mengadakan pengajian. Mengaji dibimbing oleh Ustadz Zainal Abidin.

Sebenarnya pengajian ini sudah lama ada, tapi baru bulan-bulan ini pengajian jadi lebih rame. Tepatnya mungkin setelah bulan ramadhan kemarin, anak-anak muda sekitar musholla jadi suka ikut pengajian di musholla.

Karena bulan puasa kemarin ketua takmirnya sudah diganti. Ya ustadz Zainal Abidin ini sekarang yang jadi ketuanya. Musholla rasanya jadi tambah gayeng.

Mengaji tadi malam saya mendapatkan banyak sekali ilmu agama. Dari mulai ilmu tajwid alquran, makna alquran, sejarah nabi-nabi, fikih dan lain sebagainya.

Baiklah, saya akan coba ringkaskan satu persatu cuplikan kajian yang kami pelajari dari pak ustadz tadi malam.

 

Ilmu Tajwid

Dalam membaca alquran, cara membaca yang baik dan benar itu untuk setiap huruf yang dibaca punya nilai ketukan tersendiri. Ada huruf yang memiliki nilai satu ketukan, dua ketukan dan enam ketukan.

Huruf yang berharakat biasa dibaca satu ketukan. Huruf yang ada tambahan alif dibaca dua ketukan. Huruf yang ada tanda panjang sekali dibaca enam ketukan.

Nah, tadi malam pak ustadz bilang, bahwa bacaan idghom juga harus dibaca dua ketukan. Tidak satu ketukan. Jadi membacanya harus agak lama.

Bacaaan idghom itu bacaan yang bagaimana?

Bacaan idghom adalah bacaan yang cara membacanya dilebur kedalam huruf berikutnya. Sebelum dilebur biasanya huruf tersebut didahului dengan huruf nun mati, mim mati, huruf yang ada fathah tanwin, kasrah tanwin atau dhomah tanwin.

Contohnya seperti bacaan Ù…َÙ†ْ ÙŠَÙ‚ُÙˆْÙ„ُ [mayyakuulu].

Huruf Ù†ْ bertemu dengan huruf ÙŠ, cara membacanya harus idghom. Cara bacanya bukan man yakuulu, tapi mayyakuulu. Huruf Ù†ْ dilebur kedalam huruf ÙŠ .

Nah, bacaan inilah yang memiliki nilai dua ketukan. Jadi cara bacanya harus sedikit agak lama.

 

Ilmu Makna Alquran

Tadi malam kami membaca dan membahas surat albaqarah mulai dari ayat 38.

Pak ustadz menjelaskan, bahwa ayat 38 ini menjelaskan tentang sifat dan karakter hatinya orang kafir. Orang kalau hatinya sudah dicap oleh Allah kafir, mau diberi tanda-tanda, ayat-ayat ataupun mukjizat-mukjizat apapun, hatinya akan tetap selalu kafir.

Mau nabi muhammad shallalahu ‘alaihi wasalam tunjukkan mukjizat membelah bulan sekalipun, mereka akan tetap kafir.

Mau nabi musa ‘alaihis salam tunjukkan mukjizat membelah lautan sekalipun, mereka akan tetap kafir.

Mau nabi Isa ‘alaihis salam turunkan mukjizat hidangan-hidangan lezat dari surga sekalipun, mereka akan tetap kafir.

Padahal semua mukjizat para nabi tersebut atas izin Allah ta’ala, tapi hati mereka semua masih tetap dalam kekafiran. Hati mereka tetap keras membatu tidak mau menerima kebenaran ajaran-ajaran islam.

Orang-orang seperti inilah yang nanti akan menjadi penduduk neraka. Dan mereka akan kekal tinggal di dalamnya.

Na’uzubillah. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang seperti ini.

Aamiin...

 

Sejarah Nabi

Kata ustadz, saat kanjeng nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasalam mendapatkan perintah hijrah ke kota Madinah, sempat ada pengepungan di rumahnya. Pengepungan dilakukan oleh kaum kafir Quraisy.

Nabi pun tidak kehabisan akal. Saat tengah malam, nabi keluar rumah bersama sahabat Abu Bakar sambil membaca surat yasin, khususnya ayat ke-9. Dengan izin Allah ta’ala, semua orang yang mengepung rumah Beliau, seketika itu juga seperti kesirep tertidur pulas semua.

Ampuh juga ya fadilah surat yasin? Hehe…

Nabi dan Abu Bakar dengan mudahnya bisa berjalan keluar rumah tanpa ada yang menyadari sama sekali. Sementara itu, orang yang tidur di tempat tidur nabi digantikan oleh sahabat Ali Bin Abi Thalib.

Nah, saat pagi mulai muncul, mereka semua bangun satu persatu. Mereka kaget. Bingung. Kenapa mereka semua bisa tertidur.

Saat salah satu dari mereka mengintip tempat tidur nabi dari jendela, mereka sedikit lega. “Wah aman, Muhammad masih tertidur pulas di tempat tidurnya”, kata yang mengintip.

Mereka pun menunggu sampai nabi keluar. Tapi mereka tunggu sampai ayam mulai berkokok, nabi belum keluar rumah juga.

Akhirnya muncul rasa penasaran di hati mereka. Ada apa ini.

Mereka pun memutuskan untuk mendobrak rumah nabi. Mereka memaksa masuk rumah. Langsung saja mereka menuju ke kamar nabi. Di tempat tidur masih terlihat sesosok manusia yang tertidur pulas tertutup selimut.

Mereka pun buka selimut itu. Ladalah!!! Ternyata yang ada di selimut itu bukan Kanjeng Nabi, tapi sahabat Ali.

Mereka bingung. Marah. Gondok. Merasa jengkel sudah dikibuli oleh Kanjeng Nabi. Mereka semua bertanya-tanya, kemana dan kapan nabi bisa keluar dari rumah.

Kasihan deh lu, kena prank Kanjeng Nabi. Hehe…



Fikih

Ilmu fikih yang dijelaskan oleh pak ustadz tadi malam tentang bab najis. Jadi najis itu digolongkan menjadi tiga macam. Diataranya adalah najis mugholadhoh, mukhofafah dan mutawassithoh.

Najis mugholadhoh adalah najis berat. Contohnya adalah najis anjing, babi dan seketurunan-keturunannya.

Najis mukhoffafah adalah najis ringan. Contohnya adalah kencingnya bayi laki-laki yang usianya belum genap mencapai umur dua tahun dan hanya minum ASI saja. Diatas dua tahun dan tidak hanya minum ASI, tidak termasuk najis ini.

Najis mutawassithoh adalah najis selain antara mugholadhoh dan mukhoffafah. Contohnya adalah air liur manusia. Air liur jika masih ada di dalam mulut tidak najis, tapi jika sudah dikeluarkan dari mulut, ia sudah jadi najis.

 

Itulah tadi sedikit ringkasan mengaji kami jamaah musholla Nurul Jadid. Ringkasan ini hanya poin-poinnya saja. Penjelasan pak ustadz tentunya lebih detail dan kompleks dari ringkasan ini.

Jika anda mau mempelajari lebih detail masing-masing ilmunya, silahkan saja mengikuti pengajian kami. Pengajian ini bebas untuk umum. Siapa saja boleh ikut.

Pengajian rutin diadakan seminggu sekali setiap hari selasa malam setelah shalat isya’ di musholla Nurul Jadid Pagersari Penaruban Kidol Kec. Weleri Kab. Kendal Jawa Tengah.

Monggo ngaji bareng, biar dunia akhirat kita tambah gayeng.

Salam Gayeng…


Akhwan Zarkasyi

(Gitaris, Fotografer dan Penulis)

Terima kasih sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan saya ini bermanfaat, anda bisa bagi tulisan ini sekarang juga.

Twitter @AkhwanZarkasyi

Facebook @AkhwanZarkasyi


Selasa, 10 Agustus 2021

Mau Bisnis? Lakukan 3 Hal Ini Dulu



Saya buka butik Griya Aniqah dengan istri sudah berjalan sekitar enam tahun. Masih seumur anak SD. Masih butuh banyak pelajaran, pengalaman dan bimbingan.

Rasanya masih belum apa-apa jika dibandingkan dengan butik-butik yang sudah berdiri lama sebelum kami.

Meski usia bisnis kami masih seumur anak SD, saya sendiri mendapatkan banyak sekali pelajaran bisnis selama enam tahun ini. Banyak sekali suka duka yang kami alami bersama.

Lebih tepatnya mungkin lebih banyak dukanya daripada sukanya. Tapi jangan salah ya, justru banyak dukanya itulah yang membuat bisnis jadi sebuan seni yang begitu menarik untuk diperjuangkan.

Nah, agar pebisnis pemula seperti anda tidak banyak duka seperti saya, ada 3 hal yang harus anda pelajari baik-baik.

Apa saja itu?

 

Pertama pelajaran tentang bertahan dalam kegagalan.

Membangun bisnis sama seperti anak kecil yang baru belajar jalan. Tidak ada anak kecil yang sekali belajar bangun langsung bisa berjalan.

Pasti jatuh dulu. Bangun lagi. Jatuh lagi. Terus begitu sampai dia benar-benar bisa berjalan.

Begitu juga bisnis. Tidak ada bisnis yang sekali buka ia langsung bisa sukses. Anda pasti menghadapi berbagai macam kegagalan.

Mulai dari produk belum laku, penawaran anda kurang menjual, pelanggan masih sedikit, kompetitor yang nakal dan lain sebagainya.

Jika anda mau bertahan dan mau mempelajari setiap kegagalan yang ada, maka bisnis anda akan tumbuh dengan cepat. Karena gagal itu belajar. Dan itu mahal sekali.

Jadi, jika anda gagal,  jangan cepat menyerah. Terus pelajari, evaluasi dan terus tes penawaran produk anda setiap hari.

Bagi saya, gagal itu seperti sebuah harta karun. Hal yang sangat berharga. Masak anda tidak mau mendapatkan harta karun sebegitu banyaknya? Hehe…

 

Kedua carilah mentor bisnis.

Mentor bisnis itu penting. Karena dia adalah orang yang pernah merasakan pahit manisnya dunia bisnis. Jika anda mau belajar darinya, banyak sekali ilmu bisnis yang bisa anda petik.

Mentor tidak harus pebisnis ternama yang sering bikin seminar-seminar bisnis ya. Untuk pemula mungkin mereka terlalu mahal. Cari aja temen, tetangga atau saudara yang sudah punya bisnis.

Sering-sering aja anda pergi silaturahmi ke rumahnya. Atau traktir mereka makan. Lalu ajak diskusi bisnis.

Lakukan hal tersebut dengan rutin, maka anda akan mendapatkan pelajaran bisnis yang benar-benar real dari pelakunya langsung.

 

Ketiga bekerja dengan tim.

Saya tahu merekrut tim itu butuh biaya. Apalagi untuk pebisnis pemula, mungkin agak berat. Karena pemula itu kebanyakan modalnya mepet.

Tidak masalah jika anda memang bisa mengatur semua flow bisnis anda sendiri. Dari mulai riset produk, mencari supplier, membuat penawaran, admin dan lainnya semuanya anda lakukan sendiri.

Tapi itu akan sangat melelahkan. Anda pasti akan drop. Percaya deh.

Mending cari tim yang simpel-simpel aja dulu. Mungkin bisa mulai dari adik, kakak, teman atau mungkin pasangan.

Ceritakan visi misi bisnis anda ke mereka. Kalau visi misi bisnis anda menarik, pasti mereka juga akan tertarik.

Jangan lupa ceritakan juga dari awal pembagian profit bisnis anda dengan jelas. Jangan mentang-mentang saudara sendiri, anda anggap mereka itu hanya sekedar membantu.

No… no… no… no… no… mereka juga punya hak atas kewajiban-kewajiban yang telah mereka lakukan. Bersikap adillah.

Itulah tadi tiga hal penting yang seharusnya saya pelajari dari awal ketika mulai berbisnis dulu. Jika saya pelajari lebih awal, mungkin bisnis kami bisa profit dan tumbuh lebih cepat.

Di tulisan ini saya bukannya mau menghadirkan penyesalan, tapi saya hanya mau berbagi sedikit pengalaman saya. Mungkin saja pengalaman saya ini bisa ada sedikit manfaat untuk perjalanan bisnis anda.

Sukses selalu…


Akhwan Zarkasyi

(Gitaris, Fotografer dan Penulis)

Terima kasih sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan saya ini bermanfaat, anda bisa bagi tulisan ini sekarang juga.

Twitter @AkhwanZarkasyi

Facebook @AkhwanZarkasyi

Minggu, 08 Agustus 2021

Memahami Ibadah Sunah

 


Mungkin sepertinya sudah hampir satu tahun ini saya mengikuti pengajian Gus Baha’ di channel youtube Santri Gayeng. Setiap hari saya selalu berusaha menyempatkan waktu untuk melihat kajian-kajian beliau. Minimal satu hari satu video.

Alhamdulilah, banyak sekali ilmu agama, khususnya ilmu fiqih yang saya dapatkan dari beliau.

Semoga sehat terus ya Gus. Aamiin…

Di video kemarin, kajiannya membahas tentang masalah ibadah sunah. Beliau mengatakan, bahwa jangan sampai ibadah-ibadah sunah yang kita lakukan selama ini, porsinya sampai kita anggap sebagai ibadah wajib.

Maksudnya bagaimana?

Maksudnya begini, sunah itu kan hukumnya kalau kita kerjakan kita dapat pahala, tapi kalau tidak ya tidak apa-apa. Sedangkan wajib kalau kita kerjakan kita dapat pahala, tapi kalau tidak ya kita berdosa.

Untuk sunah, kata-kata tidak apa-apa nih harus kita garis bawahi. Karena ini penting sekali.

Contoh kasusnya begini, ada orang yang konsisten setiap hari terbiasa melakukan ibadah sunah. Saking sudah terbiasanya salat duha, lupa salat duha sehari saja rasanya sudah menyesal.

Saking terbiasanya salat qabliyah ba’diyah, lupa tidak salat qabliyah ba’diyah rasanya sudah menyesal. Saking terbiasanya salat tahajud, lupa tidak salat tahajud rasanya sudah menyesal.

Anda pernah merasakan juga?

Nah, jika anda pernah merasakan juga berhati-hatilah.

Jika terlalu berlebihan, maka rasa penyesalan tersebut bisa memunculkan potensi dalam diri untuk menganggap ibadah-ibadah sunah tersebut menjadi sebuah ibadah wajib. Nah, ini kan jadi tidak sesuai lagi dengan hukum fiqihnya.

Saya sendiri pernah merasakan kondisi seperti itu. Rasanya menyesal tidak melakukan ibadah-ibadah sunah. Merasa rugi. Meskipun sebenarya saya juga tahu bahwa tidak melakukannya juga tidak apa-apa.

Menurut saya, rasa penyesalan dan rugi itu baik. Baik untuk memberikan semangat kita agar bisa terus konsisten beribadah. Tapi kalau bisa ya harus kita sesuaikan dengan porsinya masing-masing.

Gus Baha’ sendiri juga pernah bilang, bahwa beliau sendiri jarang sekali salat qabliyah ba’diyah. Dalam satu bulan salat sunah beliau mungkin bisa dihitung.

Tapi ya kita tidak usah meniru beliau. Beliau itu ahlul kitab, pakarnya kitab-kitab islam, sedangkan kita masih tahap belajar ilmu agamanya.

Amalan-amalan ibadah beliau tentu jelas rujukannya, sedangkan kita salat khusuk aja mungkin masih dalam tahap belajar. Jangan dibandingkan. Kalau dibandingkan sama kita pokoknya jauh sundul langit. Hehe…

Saya sendiri rasanya eman-eman kalau dalam sehari tidak melakukan ibadah sunah. Tapi ya mau bagaimana lagi, sebagai pengingat bahwa itu semua adalah ibadah sunah, solusinya adalah jadwal ibadah sunah saya selang-seling setiap hari. Satu hari salat, satu hari tidak.

Hari ini salat duha, besok tidak salat. Hari ini salat qabliyah ba’diyah, besok tidak. Hari ini salat tahajud, besok tidak. Seperti ibadah sunah puasa daud, hari ini puasa, besok tidak.  Saya coba mulai membiasakannya setiap hari.

Dengan begini saya ada pengingat diri, bahwa ibadah-ibadah sunah yang saya lakukan hukumnya adalah sunah. Bukan wajib.

Kalau dipikir-pikir sih, syaitan itu mugkin tidak hanya selalu berusaha memlesetkan kita dalam hal keburukan saja. Mungkin dalam hal kebaikan, jika ada celah sedikit saja, mungkin syaitan malah bisa leluasa memlesetkan iman, islam dan ihsan kita.

Mungkin…

Semoga kita termasuk golongan hamba Allah yang selalu mendapatkan petunjuk, ampunan dan naungan-Nya.

Aamiin…

Wallahu a’lam bishawab.


Akhwan Zarkasyi

(Gitaris, Fotografer dan Penulis)

Terima kasih sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan ini bermanfaat, anda bisa bagi tulisan ini sekarang juga.

Twitter @AkhwanZarkasyi

Facebook @AkhwanZarkasyi

Sabtu, 07 Agustus 2021

Sukses Adalah Kebiasaan


 

Saya percaya bahwa sukses itu karena kebiasaan. Kebiasaan –kebiasaan hidup yang kita lakukan sehari-hari bisa membawa kita kepada kesuksesan.

Saya bisa bicara begini karena saya sudah membuktikannya sendiri. Jika kita bisa membangun sebuah kebiasaan hidup yang baik, maka kesuksesan itu mudah.

Tapi sayangnya tidak banyak orang yang sadar dengan kebiasaan hidup mereka sehari-hari. Entah itu kebiasaan baik atau buruk, mereka lempeng aja menjalani kehidupan mereka apa adanya.

Pada akhirnya, mereka terjebak dengan rutinitas mereka sendiri yang tidak memberikan hasil yang maksimal di kehidupan mereka.

Dulu saya paling malas kalau disuruh menulis, tapi setelah saya paksakan diri untuk menulis setiap hari, rasanya saya jadi jatuh cinta dengan dunia menulis.

Dulu saya agak sulit memahami artikel-artikel berbahasa inggris, tapi setelah saya paksakan diri untuk membaca tiga artikel bahasa inggris setiap hari, rasanya saya tiba-tiba jadi sedikit paham dengan artikel-artikel berbahasa inggris.

Saking sudah terbiasanya saya membaca tiga artikel tersebut, dulu ada sebuah momen dalam hidup saya yang tiba-tiba membuat saya jadi sedikit kaget.

“Loh! Saya kok ngerti tulisan bahasa inggris ya?”, kaget saya dalam hati.

Ada momen dimana saya sampai tidak tersadar bahwa ternyata tiba-tiba saya sudah benar-benar paham dengan artikel-artikel berbahasa inggris.

Kedua kebiasaan diatas sudah berhasil saya bangun selama satu tahun ini. Alhamdulilah, setelah berjuang selama satu tahun, saya bisa merasakan sekali manfaatnya.

Diantara manfaatnya adalah saya sekarang sudah bisa bilang bahwa sebenarnya menulis itu mudah, asalkan setiap hari kita mau menulis. Memahami artikel bahasa inggris itu mudah, asalkan setiap hari kita mau membaca artikel bahasa inggris.

Apakah berat membangun kebiasaan-kebiasaan tersebut?

Berat Bro, Sist. Ingat, yang kita bangun itu pikiran, mental dan emosi diri kita. Tidak seperti membangun sebuah rumah atau gedung.

Membangun bangunan fisik seperti rumah atau gedung, jika tidak ada bencana alam atau kesalahan manusia, mungkin hancurnya masih bisa dalam jangka waktu yang lama.

Tapi jika membangun sebuah kebiasaan hidup, anda lengah dua atau tiga hari saja, maka kebiasaan tersebut akan mudah hancur kapan saja.

Tapi rasa berat itu hanya anda rasakan di awalnya saja. Jika anda mampu komitmen dan konsisten, insyaallah kebiasaan hidup yang baik itu bisa dengan mudah anda bangun.

Lalu apakah kunci membangun sebuah kebiasaan?

Kuncinya adalah komitmen, konsisten dan harus setiap hari. Selain itu juga harus anda paksakan. Jika tidak anda paksakan, maka kebiasaan tersebut hanya akan jadi sebuah impian saja. Tidak akan pernah terwujud sama sekali.

Oh ya, ngomong-ngomong masalah kebiasaan, saya jadi teringat sebuah pepatah jawa yang mengatakan bahwa, “Witing tresno jalaran soko kulino”. Rasa cinta itu tumbuh karena sebuah kebiasaan.

Mungkin pepatah ini benar, tapi hanya untuk masalah kebiasaan ya.

Bagaimana kalau untuk masalah cinta?

Au ah, gelap…


Akhwan Zarkasyi

(Gitaris, Fotografer dan Penulis)


Facebook @AkhwanZarkasyi

Twitter @AkhwanZarkasyi

Jumat, 06 Agustus 2021

Hamba Yang Allah Suka


 

Memperbanyak ibadah itu bagus. Seperti ibadah salat, sedekah, puasa, zakat dan lain sebagainya. Melakukan semua ibadah tersebut membuat pahala kita juga akan terus bertambah.

Siapa yang tidak ingin coba punya pahala yang terus bertambah? Semua orang pasti ingin.

Tapi ibadah-ibadah tersebut fokusnya hanya kepada diri kita sendiri. Hanya kita sendiri yang mendapatkan pahalanya. Hanya kita sendiri yang menerima manfaatnya. Hanya kita sendiri yang mendapat balasannya.

Lha memang apa semua itu salah?

Ya ga salah juga sih, bebas kok kita mau melakukan ibadah apa saja. Tapi alangkah lebih baiknya, selain kita melakukan ibadah-ibadah tersebut kita juga melakukan ibadah-ibadah yang bisa berdampak terhadap umat. Insyaallah ibadah kita akan lebih sempurna pahalanya.

Ibadah yang berdampak terhadap umat itu contohnya seperti ikut organisasi keislaman, menjadi takmir musala atau masjid, aktif di kegiatan-kegiatan keagamaan dan lain sebagainya.

Semua kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang langsung berdampak terhadap perkembangan umat. Aktif disana berarti kita ikut andil dalam membangun peradaban umat.

Di pengajiannya Gus Baha’, di channel youtube Santri Gayeng, beliau pernah mengatakan, bahwa meskipun seorang hamba ibadahnya sedikit, tapi jika hidupnya banyak memikirkan umat, itu lebih Allah ta’ala sukai daripada yang ibadahnya banyak, tapi hidupnya sedikit memikirkan umat.

Semoga hidup kita selama ini, ya paling nggak adalah sedikit yang kita gunakan untuk memikirkan perkembangan umat.

Semoga saja. Aamiin…

 

Akhwan Zarkasyi

(Gitaris, Fotografer dan Penulis)

 

Twitter @Akhwan Zarkasyi

Facebook @Akhwan Zarkasyi


Merintis Jualan Lagi

Hari ini kami buka perdana jualan es jeruk di kota Ponorogo. Kami buat brand es jeruk baru dengan nama NIKIJERUK . Jualannya di ...