Saya buka butik Griya Aniqah dengan istri sudah berjalan sekitar enam tahun. Masih seumur anak SD. Masih butuh banyak pelajaran, pengalaman dan bimbingan.
Rasanya
masih belum apa-apa jika dibandingkan dengan butik-butik yang sudah berdiri
lama sebelum kami.
Meski usia
bisnis kami masih seumur anak SD, saya sendiri mendapatkan banyak sekali
pelajaran bisnis selama enam tahun ini. Banyak sekali suka duka yang kami
alami bersama.
Lebih
tepatnya mungkin lebih banyak dukanya daripada sukanya. Tapi jangan salah ya, justru
banyak dukanya itulah yang membuat bisnis jadi sebuan seni yang begitu menarik untuk diperjuangkan.
Nah, agar
pebisnis pemula seperti anda tidak banyak duka seperti saya, ada 3 hal yang
harus anda pelajari baik-baik.
Apa saja
itu?
Pertama pelajaran tentang bertahan dalam
kegagalan.
Membangun
bisnis sama seperti anak kecil yang baru belajar jalan. Tidak ada anak kecil
yang sekali belajar bangun langsung bisa berjalan.
Pasti jatuh
dulu. Bangun lagi. Jatuh lagi. Terus begitu sampai dia benar-benar bisa
berjalan.
Begitu juga
bisnis. Tidak ada bisnis yang sekali buka ia langsung bisa sukses. Anda pasti
menghadapi berbagai macam kegagalan.
Mulai dari produk belum laku, penawaran anda kurang menjual, pelanggan masih sedikit,
kompetitor yang nakal dan lain sebagainya.
Jika anda
mau bertahan dan mau mempelajari setiap kegagalan yang ada, maka bisnis anda
akan tumbuh dengan cepat. Karena gagal itu belajar. Dan itu mahal sekali.
Jadi, jika
anda gagal, jangan cepat menyerah. Terus
pelajari, evaluasi dan terus tes penawaran produk anda setiap hari.
Bagi saya, gagal
itu seperti sebuah harta karun. Hal yang sangat berharga. Masak anda
tidak mau mendapatkan harta karun sebegitu banyaknya? Hehe…
Kedua carilah mentor bisnis.
Mentor
bisnis itu penting. Karena dia adalah orang yang pernah merasakan pahit
manisnya dunia bisnis. Jika anda mau belajar darinya, banyak sekali ilmu bisnis
yang bisa anda petik.
Mentor
tidak harus pebisnis ternama yang sering bikin seminar-seminar bisnis ya. Untuk
pemula mungkin mereka terlalu mahal. Cari aja temen, tetangga atau saudara yang
sudah punya bisnis.
Sering-sering
aja anda pergi silaturahmi ke rumahnya. Atau traktir mereka makan. Lalu ajak
diskusi bisnis.
Lakukan hal
tersebut dengan rutin, maka anda akan mendapatkan pelajaran bisnis yang
benar-benar real dari pelakunya langsung.
Ketiga bekerja dengan tim.
Saya tahu
merekrut tim itu butuh biaya. Apalagi untuk pebisnis pemula, mungkin agak berat. Karena pemula itu kebanyakan modalnya mepet.
Tidak
masalah jika anda memang bisa mengatur semua flow bisnis anda sendiri.
Dari mulai riset produk, mencari supplier, membuat penawaran, admin dan
lainnya semuanya anda lakukan sendiri.
Tapi itu
akan sangat melelahkan. Anda pasti akan drop. Percaya deh.
Mending
cari tim yang simpel-simpel aja dulu. Mungkin bisa mulai dari adik, kakak,
teman atau mungkin pasangan.
Ceritakan visi
misi bisnis anda ke mereka. Kalau visi misi bisnis anda menarik, pasti mereka
juga akan tertarik.
Jangan lupa
ceritakan juga dari awal pembagian profit bisnis anda dengan jelas.
Jangan mentang-mentang saudara sendiri, anda anggap mereka itu hanya sekedar membantu.
No… no… no…
no… no… mereka juga punya hak atas kewajiban-kewajiban yang telah mereka
lakukan. Bersikap adillah.
Itulah tadi tiga
hal penting yang seharusnya saya pelajari dari awal ketika mulai berbisnis
dulu. Jika saya pelajari lebih awal, mungkin bisnis kami bisa profit dan
tumbuh lebih cepat.
Di tulisan
ini saya bukannya mau menghadirkan penyesalan, tapi saya hanya mau berbagi
sedikit pengalaman saya. Mungkin saja pengalaman saya ini bisa ada sedikit
manfaat untuk perjalanan bisnis anda.
Sukses selalu…
Akhwan
Zarkasyi
(Gitaris,
Fotografer dan Penulis)
Terima kasih
sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan saya ini bermanfaat, anda bisa
bagi tulisan ini sekarang juga.
Twitter @AkhwanZarkasyi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar