Saya percaya bahwa sukses itu karena kebiasaan. Kebiasaan –kebiasaan hidup yang kita lakukan sehari-hari bisa membawa kita kepada kesuksesan.
Saya bisa bicara
begini karena saya sudah membuktikannya sendiri. Jika kita bisa membangun
sebuah kebiasaan hidup yang baik, maka kesuksesan itu mudah.
Tapi sayangnya tidak banyak orang yang sadar dengan kebiasaan hidup mereka sehari-hari. Entah itu kebiasaan baik atau buruk, mereka lempeng aja menjalani kehidupan mereka apa adanya.
Pada akhirnya, mereka terjebak dengan rutinitas mereka sendiri yang tidak memberikan hasil yang maksimal di kehidupan mereka.
Dulu saya
paling malas kalau disuruh menulis, tapi setelah saya paksakan diri untuk
menulis setiap hari, rasanya saya jadi jatuh cinta dengan dunia menulis.
Dulu saya
agak sulit memahami artikel-artikel berbahasa inggris, tapi setelah saya
paksakan diri untuk membaca tiga artikel bahasa inggris setiap hari, rasanya
saya tiba-tiba jadi sedikit paham dengan artikel-artikel berbahasa inggris.
Saking
sudah terbiasanya saya membaca tiga artikel tersebut, dulu ada sebuah momen
dalam hidup saya yang tiba-tiba membuat saya jadi sedikit kaget.
“Loh! Saya
kok ngerti tulisan bahasa inggris ya?”, kaget saya dalam hati.
Ada momen
dimana saya sampai tidak tersadar bahwa ternyata tiba-tiba saya sudah
benar-benar paham dengan artikel-artikel berbahasa inggris.
Kedua
kebiasaan diatas sudah berhasil saya bangun selama satu tahun ini.
Alhamdulilah, setelah berjuang selama satu tahun, saya bisa merasakan sekali
manfaatnya.
Diantara manfaatnya
adalah saya sekarang sudah bisa bilang bahwa sebenarnya menulis itu mudah, asalkan
setiap hari kita mau menulis. Memahami artikel bahasa inggris itu mudah, asalkan
setiap hari kita mau membaca artikel bahasa inggris.
Apakah
berat membangun kebiasaan-kebiasaan tersebut?
Berat Bro, Sist.
Ingat, yang kita bangun itu pikiran, mental dan emosi diri kita. Tidak seperti
membangun sebuah rumah atau gedung.
Membangun bangunan fisik seperti rumah atau gedung, jika tidak ada bencana alam atau kesalahan manusia, mungkin hancurnya masih bisa dalam jangka waktu yang lama.
Tapi jika membangun sebuah kebiasaan
hidup, anda lengah dua atau tiga hari saja, maka kebiasaan tersebut akan mudah
hancur kapan saja.
Tapi rasa
berat itu hanya anda rasakan di awalnya saja. Jika anda mampu komitmen dan
konsisten, insyaallah kebiasaan hidup yang baik itu bisa dengan mudah anda
bangun.
Lalu apakah
kunci membangun sebuah kebiasaan?
Kuncinya
adalah komitmen, konsisten dan harus setiap hari. Selain itu juga harus anda
paksakan. Jika tidak anda paksakan, maka kebiasaan tersebut hanya akan jadi
sebuah impian saja. Tidak akan pernah terwujud sama sekali.
Oh ya,
ngomong-ngomong masalah kebiasaan, saya jadi teringat sebuah pepatah jawa yang
mengatakan bahwa, “Witing tresno jalaran soko kulino”. Rasa cinta itu tumbuh
karena sebuah kebiasaan.
Mungkin
pepatah ini benar, tapi hanya untuk masalah kebiasaan ya.
Bagaimana kalau
untuk masalah cinta?
Au ah, gelap…
Akhwan
Zarkasyi
(Gitaris, Fotografer dan Penulis)
Facebook @AkhwanZarkasyi
Twitter @AkhwanZarkasyi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar