Setiap hari
selasa, setelah shalat isya kami jamaah musholla Nurul Jadid mengadakan
pengajian. Mengaji dibimbing oleh Ustadz Zainal Abidin.
Sebenarnya
pengajian ini sudah lama ada, tapi baru bulan-bulan ini
pengajian jadi lebih rame. Tepatnya mungkin setelah bulan ramadhan kemarin, anak-anak muda sekitar musholla
jadi suka ikut pengajian di musholla.
Karena bulan
puasa kemarin ketua takmirnya sudah diganti. Ya ustadz Zainal Abidin ini
sekarang yang jadi ketuanya. Musholla rasanya jadi tambah gayeng.
Mengaji
tadi malam saya mendapatkan banyak sekali ilmu agama. Dari mulai ilmu tajwid
alquran, makna alquran, sejarah nabi-nabi, fikih dan lain sebagainya.
Baiklah,
saya akan coba ringkaskan satu persatu cuplikan kajian yang kami pelajari dari
pak ustadz tadi malam.
Ilmu Tajwid
Dalam
membaca alquran, cara membaca yang baik dan benar itu untuk setiap huruf yang
dibaca punya nilai ketukan tersendiri. Ada huruf yang memiliki nilai satu
ketukan, dua ketukan dan enam ketukan.
Huruf yang
berharakat biasa dibaca satu ketukan. Huruf yang ada tambahan alif dibaca dua
ketukan. Huruf yang ada tanda panjang sekali dibaca enam ketukan.
Nah, tadi
malam pak ustadz bilang, bahwa bacaan idghom juga harus dibaca dua
ketukan. Tidak satu ketukan. Jadi membacanya harus
agak lama.
Bacaaan idghom itu bacaan yang bagaimana?
Bacaan idghom
adalah bacaan yang cara membacanya dilebur kedalam huruf berikutnya. Sebelum
dilebur biasanya huruf tersebut didahului dengan huruf nun mati, mim mati, huruf
yang ada fathah tanwin, kasrah tanwin atau dhomah tanwin.
Contohnya
seperti bacaan مَنْ يَقُوْلُ [mayyakuulu].
Huruf نْ bertemu
dengan huruf ي, cara membacanya harus idghom.
Cara bacanya bukan man yakuulu, tapi mayyakuulu. Huruf نْ dilebur
kedalam huruf ي .
Nah, bacaan
inilah yang memiliki nilai dua ketukan. Jadi cara bacanya harus sedikit agak
lama.
Ilmu Makna Alquran
Tadi malam kami
membaca dan membahas surat albaqarah mulai dari ayat 38.
Pak ustadz menjelaskan, bahwa ayat 38 ini menjelaskan tentang sifat dan karakter
hatinya orang kafir. Orang kalau hatinya sudah dicap oleh Allah kafir, mau
diberi tanda-tanda, ayat-ayat ataupun mukjizat-mukjizat apapun, hatinya akan
tetap selalu kafir.
Mau nabi muhammad
shallalahu ‘alaihi wasalam tunjukkan mukjizat membelah bulan sekalipun,
mereka akan tetap kafir.
Mau nabi musa ‘alaihis
salam tunjukkan mukjizat membelah lautan sekalipun, mereka akan tetap
kafir.
Mau nabi Isa ‘alaihis
salam turunkan mukjizat hidangan-hidangan lezat dari surga sekalipun,
mereka akan tetap kafir.
Padahal semua
mukjizat para nabi tersebut atas izin Allah ta’ala, tapi hati mereka
semua masih tetap dalam kekafiran. Hati mereka tetap keras membatu tidak mau
menerima kebenaran ajaran-ajaran islam.
Orang-orang
seperti inilah yang nanti akan menjadi penduduk neraka. Dan mereka akan kekal
tinggal di dalamnya.
Na’uzubillah.
Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang seperti ini.
Aamiin...
Sejarah Nabi
Kata ustadz, saat
kanjeng nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasalam mendapatkan perintah
hijrah ke kota Madinah, sempat ada pengepungan di rumahnya. Pengepungan dilakukan oleh kaum kafir
Quraisy.
Nabi pun
tidak kehabisan akal. Saat tengah malam, nabi keluar rumah bersama
sahabat Abu Bakar sambil membaca surat yasin, khususnya ayat ke-9. Dengan izin Allah ta’ala, semua orang
yang mengepung rumah Beliau, seketika itu juga seperti kesirep tertidur
pulas semua.
Ampuh juga
ya fadilah surat yasin? Hehe…
Nabi dan
Abu Bakar dengan mudahnya bisa berjalan keluar rumah tanpa ada yang menyadari
sama sekali. Sementara itu, orang yang tidur di tempat tidur nabi digantikan
oleh sahabat Ali Bin Abi Thalib.
Nah, saat
pagi mulai muncul, mereka semua bangun satu persatu. Mereka kaget. Bingung.
Kenapa mereka semua bisa tertidur.
Saat salah
satu dari mereka mengintip tempat tidur nabi dari jendela, mereka sedikit lega.
“Wah aman, Muhammad masih tertidur pulas di tempat tidurnya”, kata yang
mengintip.
Mereka pun
menunggu sampai nabi keluar. Tapi mereka tunggu sampai ayam mulai berkokok,
nabi belum keluar rumah juga.
Akhirnya muncul
rasa penasaran di hati mereka. Ada apa ini.
Mereka pun
memutuskan untuk mendobrak rumah nabi. Mereka memaksa masuk rumah. Langsung
saja mereka menuju ke kamar nabi. Di tempat tidur masih terlihat sesosok
manusia yang tertidur pulas tertutup selimut.
Mereka pun
buka selimut itu. Ladalah!!! Ternyata yang ada di selimut itu bukan Kanjeng
Nabi, tapi sahabat Ali.
Mereka
bingung. Marah. Gondok. Merasa jengkel sudah dikibuli oleh Kanjeng Nabi. Mereka
semua bertanya-tanya, kemana dan kapan nabi bisa keluar dari rumah.
Kasihan deh
lu, kena prank Kanjeng Nabi. Hehe…
Fikih
Ilmu fikih
yang dijelaskan oleh pak ustadz tadi malam tentang bab najis. Jadi najis itu
digolongkan menjadi tiga macam. Diataranya adalah najis mugholadhoh,
mukhofafah dan mutawassithoh.
Najis mugholadhoh
adalah najis berat. Contohnya adalah najis anjing, babi
dan seketurunan-keturunannya.
Najis mukhoffafah
adalah najis ringan. Contohnya adalah kencingnya bayi laki-laki yang usianya belum genap mencapai umur dua tahun
dan hanya minum ASI saja. Diatas dua tahun dan tidak hanya minum ASI, tidak termasuk najis ini.
Najis mutawassithoh
adalah najis selain antara mugholadhoh dan mukhoffafah.
Contohnya adalah air liur manusia. Air liur jika masih ada di dalam mulut tidak
najis, tapi jika sudah dikeluarkan dari mulut, ia sudah jadi najis.
Itulah tadi
sedikit ringkasan mengaji kami jamaah musholla Nurul Jadid. Ringkasan ini hanya
poin-poinnya saja. Penjelasan pak ustadz tentunya lebih detail dan kompleks
dari ringkasan ini.
Jika anda
mau mempelajari lebih detail masing-masing ilmunya, silahkan saja mengikuti
pengajian kami. Pengajian ini bebas untuk umum. Siapa saja boleh ikut.
Pengajian
rutin diadakan seminggu sekali setiap hari selasa malam setelah shalat isya’ di
musholla Nurul Jadid Pagersari Penaruban Kidol Kec. Weleri Kab. Kendal Jawa
Tengah.
Monggo
ngaji bareng, biar dunia akhirat kita tambah gayeng.
Salam Gayeng…
Akhwan
Zarkasyi
(Gitaris,
Fotografer dan Penulis)
Terima
kasih sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan saya ini bermanfaat, anda
bisa bagi tulisan ini sekarang juga.
Twitter @AkhwanZarkasyi
Facebook @AkhwanZarkasyi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar