Kamis, 12 Agustus 2021

Ngaji Di Musala #1



Setiap hari selasa, setelah shalat isya kami jamaah musholla Nurul Jadid mengadakan pengajian. Mengaji dibimbing oleh Ustadz Zainal Abidin.

Sebenarnya pengajian ini sudah lama ada, tapi baru bulan-bulan ini pengajian jadi lebih rame. Tepatnya mungkin setelah bulan ramadhan kemarin, anak-anak muda sekitar musholla jadi suka ikut pengajian di musholla.

Karena bulan puasa kemarin ketua takmirnya sudah diganti. Ya ustadz Zainal Abidin ini sekarang yang jadi ketuanya. Musholla rasanya jadi tambah gayeng.

Mengaji tadi malam saya mendapatkan banyak sekali ilmu agama. Dari mulai ilmu tajwid alquran, makna alquran, sejarah nabi-nabi, fikih dan lain sebagainya.

Baiklah, saya akan coba ringkaskan satu persatu cuplikan kajian yang kami pelajari dari pak ustadz tadi malam.

 

Ilmu Tajwid

Dalam membaca alquran, cara membaca yang baik dan benar itu untuk setiap huruf yang dibaca punya nilai ketukan tersendiri. Ada huruf yang memiliki nilai satu ketukan, dua ketukan dan enam ketukan.

Huruf yang berharakat biasa dibaca satu ketukan. Huruf yang ada tambahan alif dibaca dua ketukan. Huruf yang ada tanda panjang sekali dibaca enam ketukan.

Nah, tadi malam pak ustadz bilang, bahwa bacaan idghom juga harus dibaca dua ketukan. Tidak satu ketukan. Jadi membacanya harus agak lama.

Bacaaan idghom itu bacaan yang bagaimana?

Bacaan idghom adalah bacaan yang cara membacanya dilebur kedalam huruf berikutnya. Sebelum dilebur biasanya huruf tersebut didahului dengan huruf nun mati, mim mati, huruf yang ada fathah tanwin, kasrah tanwin atau dhomah tanwin.

Contohnya seperti bacaan مَنْ يَقُوْلُ [mayyakuulu].

Huruf نْ bertemu dengan huruf ي, cara membacanya harus idghom. Cara bacanya bukan man yakuulu, tapi mayyakuulu. Huruf نْ dilebur kedalam huruf ي .

Nah, bacaan inilah yang memiliki nilai dua ketukan. Jadi cara bacanya harus sedikit agak lama.

 

Ilmu Makna Alquran

Tadi malam kami membaca dan membahas surat albaqarah mulai dari ayat 38.

Pak ustadz menjelaskan, bahwa ayat 38 ini menjelaskan tentang sifat dan karakter hatinya orang kafir. Orang kalau hatinya sudah dicap oleh Allah kafir, mau diberi tanda-tanda, ayat-ayat ataupun mukjizat-mukjizat apapun, hatinya akan tetap selalu kafir.

Mau nabi muhammad shallalahu ‘alaihi wasalam tunjukkan mukjizat membelah bulan sekalipun, mereka akan tetap kafir.

Mau nabi musa ‘alaihis salam tunjukkan mukjizat membelah lautan sekalipun, mereka akan tetap kafir.

Mau nabi Isa ‘alaihis salam turunkan mukjizat hidangan-hidangan lezat dari surga sekalipun, mereka akan tetap kafir.

Padahal semua mukjizat para nabi tersebut atas izin Allah ta’ala, tapi hati mereka semua masih tetap dalam kekafiran. Hati mereka tetap keras membatu tidak mau menerima kebenaran ajaran-ajaran islam.

Orang-orang seperti inilah yang nanti akan menjadi penduduk neraka. Dan mereka akan kekal tinggal di dalamnya.

Na’uzubillah. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang seperti ini.

Aamiin...

 

Sejarah Nabi

Kata ustadz, saat kanjeng nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasalam mendapatkan perintah hijrah ke kota Madinah, sempat ada pengepungan di rumahnya. Pengepungan dilakukan oleh kaum kafir Quraisy.

Nabi pun tidak kehabisan akal. Saat tengah malam, nabi keluar rumah bersama sahabat Abu Bakar sambil membaca surat yasin, khususnya ayat ke-9. Dengan izin Allah ta’ala, semua orang yang mengepung rumah Beliau, seketika itu juga seperti kesirep tertidur pulas semua.

Ampuh juga ya fadilah surat yasin? Hehe…

Nabi dan Abu Bakar dengan mudahnya bisa berjalan keluar rumah tanpa ada yang menyadari sama sekali. Sementara itu, orang yang tidur di tempat tidur nabi digantikan oleh sahabat Ali Bin Abi Thalib.

Nah, saat pagi mulai muncul, mereka semua bangun satu persatu. Mereka kaget. Bingung. Kenapa mereka semua bisa tertidur.

Saat salah satu dari mereka mengintip tempat tidur nabi dari jendela, mereka sedikit lega. “Wah aman, Muhammad masih tertidur pulas di tempat tidurnya”, kata yang mengintip.

Mereka pun menunggu sampai nabi keluar. Tapi mereka tunggu sampai ayam mulai berkokok, nabi belum keluar rumah juga.

Akhirnya muncul rasa penasaran di hati mereka. Ada apa ini.

Mereka pun memutuskan untuk mendobrak rumah nabi. Mereka memaksa masuk rumah. Langsung saja mereka menuju ke kamar nabi. Di tempat tidur masih terlihat sesosok manusia yang tertidur pulas tertutup selimut.

Mereka pun buka selimut itu. Ladalah!!! Ternyata yang ada di selimut itu bukan Kanjeng Nabi, tapi sahabat Ali.

Mereka bingung. Marah. Gondok. Merasa jengkel sudah dikibuli oleh Kanjeng Nabi. Mereka semua bertanya-tanya, kemana dan kapan nabi bisa keluar dari rumah.

Kasihan deh lu, kena prank Kanjeng Nabi. Hehe…



Fikih

Ilmu fikih yang dijelaskan oleh pak ustadz tadi malam tentang bab najis. Jadi najis itu digolongkan menjadi tiga macam. Diataranya adalah najis mugholadhoh, mukhofafah dan mutawassithoh.

Najis mugholadhoh adalah najis berat. Contohnya adalah najis anjing, babi dan seketurunan-keturunannya.

Najis mukhoffafah adalah najis ringan. Contohnya adalah kencingnya bayi laki-laki yang usianya belum genap mencapai umur dua tahun dan hanya minum ASI saja. Diatas dua tahun dan tidak hanya minum ASI, tidak termasuk najis ini.

Najis mutawassithoh adalah najis selain antara mugholadhoh dan mukhoffafah. Contohnya adalah air liur manusia. Air liur jika masih ada di dalam mulut tidak najis, tapi jika sudah dikeluarkan dari mulut, ia sudah jadi najis.

 

Itulah tadi sedikit ringkasan mengaji kami jamaah musholla Nurul Jadid. Ringkasan ini hanya poin-poinnya saja. Penjelasan pak ustadz tentunya lebih detail dan kompleks dari ringkasan ini.

Jika anda mau mempelajari lebih detail masing-masing ilmunya, silahkan saja mengikuti pengajian kami. Pengajian ini bebas untuk umum. Siapa saja boleh ikut.

Pengajian rutin diadakan seminggu sekali setiap hari selasa malam setelah shalat isya’ di musholla Nurul Jadid Pagersari Penaruban Kidol Kec. Weleri Kab. Kendal Jawa Tengah.

Monggo ngaji bareng, biar dunia akhirat kita tambah gayeng.

Salam Gayeng…


Akhwan Zarkasyi

(Gitaris, Fotografer dan Penulis)

Terima kasih sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan saya ini bermanfaat, anda bisa bagi tulisan ini sekarang juga.

Twitter @AkhwanZarkasyi

Facebook @AkhwanZarkasyi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Merintis Jualan Lagi

Hari ini kami buka perdana jualan es jeruk di kota Ponorogo. Kami buat brand es jeruk baru dengan nama NIKIJERUK . Jualannya di ...