Jika setelah kamu buktikan ternyata kebenarannya memang benar, ya berarti sudah terjawab keraguanmu selama ini.
Jika kebenaran itu buruk, maka simpan kebenaran itu untuk dirimu sendiri. Jika kebenaran itu baik, maka sebarkan sebanyak-banyak kepada orang lain. Demi kebaikan dan kemaslahatan bersama.
Di zaman banyaknya tersebar berbagai macam kabar buruk seperti sekarang ini, kabar baik itu bisa jadi sebuah booster penyemangat hidup.
Seperti layaknya seorang musafir yang sedang berada di padang pasir, kabar baik saat ini bisa jadi sebuah tetesan-tetesan air untuk pelepas dahaga kebaikan.
Karena begitu banyak dan panasnya kabar buruk telah membuat kehidupan jadi semakin pedih dan kering kerontang.
Selain kabar buruk, sekarang fitnah juga semakin merajalela di negri ini. Di medsos-medsos para netizen mudah sekali termakan oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya. Mereka kemakan berita hoax.
Satu sama lain jadi saling curiga, kurang empati dan mudah diadu domba. Jadinya persatuan dan kesatuan negri jadi semakin keropos.
Di sebuah group facebook jejak para wali, Habib Umar sampai berkata, bahwa kebaikan yang kita sebarkan di zaman seperti sekarang ini nilainya seperti dakwahnya kanjeng nabi Muhammad 'alaihi shallatu wasalam.
Beliau berkata, bahwa kebaikan yang kita sebarkan di zaman penuh fitnah ini, ganjaran pahalanya sama seperti pahala meninggalnya 100 orang mati syahid.
Sudah seburuk itukah zaman yang kita hadapi sekarang ini?
Yuk sebarkan kebaikan.
Akhwan Zarkasyi
(Gitaris, Fotografer dan Penulis)
Terima kasih sudah mau membaca. Jika menurut anda tulisan ini bermanfaat, anda bisa bagi tulisan ini sekarang juga.
Twitter @AkhwanZarkasyi
Facebook @AkhwanZarkasyi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar