"Dik, hari ini kita buka kedai es lebih gasik ya!", pintaku ke nyonyah.
"Ok aja!", jawabnya.
Selama ini kita buka kedai es LEMONIQ selalu agak siang. Setelah waktu zuhur. Kalau bukanya kesiangan hasilnya juga selalu kurang maksimal.
Selain itu, kota Weleri akhir-akhir ini waktu siang sampai malam sering mendung lalu turun hujan. Kalau hujannya deras omset kami juga turun drastis.
"Nek esuk ki sok ono sing goleki es, tapi mergo kedaimu jek tutup akhire yo mereka bali maneh", Kata Lek Ali, asisten warung buah pisang Bu. Hj. Sarokah yang letaknya bersebelahan dengan kedai kami.
" Oh iyo to Lek?", jawabku.
Benar saja, saat kita mulai siap-siap buka kedai tiba-tiba ada orang datang order minuman.
"Mas, pesen es jeruk satu ya!", suruhnya.
"Wah maaf mas, kita belum siap terima orderan, ini masih prepare gerobak sama menunggu kiraman es batu wi...", jawabku dengan penuh menyesal.
"Oh ya udah mas", jawabnya sambil pergi meninggalkan kedai es LEMONIQ kami.
Wah sayang sekali, satu pelanggan pergi dengan perasaan kecewa. Rasanya tuh sedih kalau bikin hati pelanggan kecewa.
Yoweslah ga pa papa, jadikan pelajaran aja. Lain kali kalau waktu pagi ga usah order-order es batu lagi. Mending langsung beli es batu aja.
Jadi mau kedai es LEMONIQ udah ready atau belum ready, stok es batu tetap aman. Sambil prepare jualan masih bisa buatkan orderan minuman pelanggan. Biar mereka bisa senang.
Begitulah dunia bisnis. Tiap hari ada aja kesalahan-kesalahan yang kami buat. Kadang kesalahan kecil. Kadang besar. Kesalahan sudah jadi makanan kami tiap hari.
Tapi meski kami melakukan banyak kesalahan, kami juga banyak mendapatkan pelajaran. Seperti pelanggan yang kecewa tadi. Saya pada akhirnya belajar bahwa nyetok es batu itu harus lebih awal. Biar pelanggan ga kecewa.
Jadi pebisnis itu kamu harus berani salah. Takut salah kalah. Berani salah berbuah.
Berani mulai bisnis?
Follow 👉 Akhwan Zarkasyi