Di desa kami dukuh Pagersari desa Penaruban kecamatan Weleri kabupaten Kendal Jawa Tengah, baru saja mengadakan program ronda siskamling.
Program ini baru berjalan 3 minggu dan alhamdulillah para warga begitu antusias menjalankan progam ini.
Saya sendiri dapat jadwal ronda hari Sabtu malam minggu. Bersama mas Umar, mas Soni, Pak Ngadiono dan Pak Jatmiko.
Titik kumpul ronda dimulai di teras rumah Pak RT. Setiap malam kita kumpul di sana dahulu. Nanti lewat jam 12 malam tiap tim ronda akan keliling desa mengambil uang jimpitan sekaligus menjaga keamanan desa.
Setelah selesai keliling desa kita kumpul dan jaduman bareng di rumah Pak RT. Kebetulan sekali pas jadwal ronda kami semalam ada Pak RW, Pak Yus dan mas Tyo yang juga ikut nimbrung. Jadi suasana ronda semalam kelihatan makin kompak dan gayeng.
Banyak hal yang kita bahas dan diskusikan saat kumpul ronda semalam. Salah satunya adalah tentang pembangunan di desa kami dukuh Pagersari yang tidak pernah disentuh sama sekali oleh pihak perangkat desa.
Jadi gini, di desa Penaruban itu ada tiga wilayah. Yaitu Penaruban Lor, Penaruban Tengah dan Penaruban Kidol. Kami berada di wilayah Penaruban Kidol.
Selama Pak Lurah menjabat sampai sekarang ini, pembangunan desa banyak dikerjakan di wilayah Penaruban Lor dan Tengah saja. Sementara Penaruban Kidol tidak ada pembangunan babar blas sama sekali.
Padahal kami sangat butuh perbaikan saluran-saluran air di depan rumah-rumah warga. Saluran-saluran airnya sudah banyak yang rusak dan menyempit. Bahkan di beberapa rumah sudah ada yang ambrol. Sangat membahayakan para pengguna jalan.
Kami sebenarnya sudah mengajukan program perbaikan saluran air ke desa, tapi selama bertahun-tahun desa kami rasanya seperti diacuhkan oleh pihak perangkat desa.
Memang saat kontestasi pilihan lurah beberapa tahun yang lalu para warga desa kami tidak banyak yang mencoblos Pak lurah sebagai calon lurah, tapi setelah terpilih menjadi lurah, seharusnya pertarungan politik sudah selesai. Pak lurah harusnya bisa adil dalam merencanakan dan melaksanakan program-program pembangunan di semua desa Penaruban. Jangan pilih kasih.
"Di acara musdes (musyawarah desa) sudah sering saya singgung mas tentang rencana pembangunan saluran-saluran air di desa kita, tapi ya gitu sama pihak desa hanya di tampung saja rencana tersebut", kata Pak RW sambil menyruput segelas kopi hangat.
Seorang Pak RW yang menjadi tokoh masyarakat desa saja tidak digubris oleh pihak desa, apalagi warga-warga biasa seperti saya ini.
Saya dan para warga dukuh Pagersari merasa bingung mengapa pembangunan di desa kami tidak dilaksanakan secara merata oleh pihak perangkat desa.
Ingat...
Jabatan itu amanah Pak. Jika sebuah amanah tidak dikerjakan dengan semestinya, ya pada akhirnya akan timbul gesekan-gesakan masyarakat yang akan memperkeruh suasana ketentraman desa.
Sebenarnya ada apa to ini Pak Lurah?