Senin, 20 Oktober 2025

Merintis Jualan Lagi


Hari ini kami buka perdana jualan es jeruk di kota Ponorogo. Kami buat brand es jeruk baru dengan nama NIKIJERUK. Jualannya di depan rumah. Di depan garasi mobil. 

Nyempil tempat sedikit di tempat jualan mainan hotwheels Fian, adikku. Sudah hampir satu tahun garasi mobil rumah dia pakai buat jualan hotwheels. Alhamdulillah dia ga keberatan sama sekali. 

Setelah kami buka, orang pertama yang beli es jeruk kami adalah Pak Har. Ayahnya mas Puput. Tetangga sebelah kami.

Dia beli es jeruk dua cup. Sama ibukku suruh nambahin satu cup lagi, nanti ibu yang traktir. Sebenarnya ibu sudah ada niat mau traktir Pak Har sekeluarga. Eh, tiba-tiba udah keduluan sama Pak Har.

Jualan di hari pertama rasanya cukup hectic. Ketika lapak jualan sudah kami siapkan, ternyata kami belum beli cup dan belum beli es kristal. Kami berdua bingung sendiri jadinya. 

Akhirnya nyonyah punya inisiatif ambil es batu di freezer lemari es. Untung aja masih ada es batu dua plastik. Sementara nyonyah ngurusin es batu, saya pergi beli cup dan es batu kristal.

Ketika pergi keluar saya sempat bingung juga. Ini saya mau beli cup di mana. Beli es batu kristal di mana juga. Mana jalan raya kota Ponorogo sekarang sudah banyak yang searah pula. Kota Ponorogo sekarang sudah beda jauh dengan kota Ponorogo 10 tahun yang lalu. Saya mikir keras saat mengendarai motor.

"Ah yoweslah, enek toko plastik karo toko es batu penting tak leboni wae", batinku. 

Setelah muter-muter sekitar 15 menit, akhirnya saya dapat cup dan es batu kristal. Sing penting dapat barang dulu, berapapun harganya. 

Untung aja saya datang tepat saat nyonyah sedang meracik minuman.

"Wes, pakai cup yang baru dibeli aja", katanya.

Akhirnya kami bikinkan orderan Pak Har. Tiga cup es jeruk pun jadi. Kami senang bisa membuatkan es jeruk yang sesuai dengan standar jualan kami sebelumnya.

Sebenarnya Pak Har ini pembeli kedua kami. Pembeli pertama kami itu Fian. Tapi dia belinya kemarin saat kami belum resmi buka lapak. Belum resmi buka dia sudah order delapan cup es jeruk NIKIJERUK.

Jualan kami di Jl. lombok no. 13 kel. Mangkujayan Ponorogo Jawa Timur. Gang kecil sebelah timur alun-alun Ponorogo.

Kalau kamu lewat tolong mampir ya. Hehe... 

Follow 👉🏻 Akhwan Zarkasyi


Kamis, 22 Mei 2025

Pelajaran Berharga

"Dik, hari ini kita buka kedai es lebih gasik ya!", pintaku ke nyonyah.

"Ok aja!", jawabnya.

Selama ini kita buka kedai es LEMONIQ selalu agak siang. Setelah waktu zuhur. Kalau bukanya kesiangan hasilnya juga selalu kurang maksimal.

Selain itu, kota Weleri akhir-akhir ini waktu siang sampai malam sering mendung lalu turun hujan. Kalau hujannya deras omset kami juga turun drastis.

"Nek esuk ki sok ono sing goleki es, tapi mergo kedaimu jek tutup akhire yo mereka bali maneh", Kata Lek Ali, asisten warung buah pisang Bu. Hj. Sarokah yang letaknya bersebelahan dengan kedai kami.

" Oh iyo to Lek?", jawabku. 

Benar saja, saat kita mulai siap-siap buka kedai tiba-tiba ada orang datang order minuman. 

"Mas, pesen es jeruk satu ya!", suruhnya.

"Wah maaf mas, kita belum siap terima orderan, ini masih prepare gerobak sama menunggu kiraman es batu wi...", jawabku dengan penuh menyesal.

"Oh ya udah mas", jawabnya sambil pergi meninggalkan kedai es LEMONIQ kami.

Wah sayang sekali, satu pelanggan pergi dengan perasaan kecewa. Rasanya tuh sedih kalau bikin hati pelanggan kecewa.

Yoweslah ga pa papa, jadikan pelajaran aja. Lain kali kalau waktu pagi ga usah order-order es batu lagi. Mending langsung beli es batu aja.

Jadi mau kedai es LEMONIQ udah ready atau belum ready, stok es batu tetap aman. Sambil prepare jualan masih bisa buatkan orderan minuman pelanggan. Biar mereka bisa senang.

Begitulah dunia bisnis. Tiap hari ada aja kesalahan-kesalahan yang kami buat. Kadang kesalahan kecil. Kadang besar. Kesalahan sudah jadi makanan kami tiap hari.

Tapi meski kami melakukan banyak kesalahan, kami juga banyak mendapatkan pelajaran. Seperti pelanggan yang kecewa tadi. Saya pada akhirnya belajar bahwa nyetok es batu itu harus lebih awal. Biar pelanggan ga kecewa. 

Jadi pebisnis itu kamu harus berani salah. Takut salah kalah. Berani salah berbuah.

Berani mulai bisnis? 

Follow 👉 Akhwan Zarkasyi


Minggu, 17 November 2024

Bahaya Sifat "Az-zon"


"Az-zon itu artinya nyono bapak-bapak, sekarang saya tanya, kalau nyono itu sebuah prasangka yang benar atau salah?", tanya bapak Kyai Bidin kepada para jamaah saat rutinan pengajian semalam di musholla Nurul Jadid di desa Penaruban kecamatan Weleri kabupaten Kendal.

"Bisa benar bisa salah!", jawab seorang bapak.

"Mungkin bisa benar Pak Kyai!", jawab seorang ibu di ruangan jamaah putri.

"Salah nggih Pak, Bu. Az-zon itu sebuah prasangka yang pasti salah. Mengapa? Karena kalau kita tidak benar-benar tabayun dulu dengan kabar yang sebenarnya pasti jatuhnya su'uzon, prasangka buruk", penjelasan Pak Kyai.

Sering kali kita berprasangka buruk terhadap sesuatu yang kita belum tahu kebenarannya seperti apa.

Kita mudah menyimpulkan sesuatu yang kita belum tahu dibelakang hal tersebut sebenarnya apa yang sedang terjadi.

Lalu Pak Kyai menceritakan sebuah cerita tentang seorang budak yang bernama Salman Alfarisi saat dulu pada zaman kehidupan nabi Muhammad ﷺ.

Budak ini seorang anak yang rajin. Dia sering disuruh-suruh oleh orang-orang tua untuk mengerjakan semua pekerjaan. Salah satunya adalah pekerjaan mendirikan tenda. Saking rajinnya Kanjeng Nabi suka dengan anak ini.

Suatu hari pada saat mendirikan tenda, tiba-tiba ada dua orang tua yang menyuruh dia untuk minta lauk makanan kepada Kanjeng Nabi. Karena dua orang ini hanya punya makanan gandum saja. Lalu pergilah dia ke kediaman Kanjeng Nabi.

Pada saat dia pergi ke kediaman Kanjeng Nabi, dua orang ini membicarakan keburukan-keburukannya.

"Masak anak muda segagah ini hanya disuruh memasang tenda saja!", kata orang tua satu dengan sinisnya.

"Iya ya, padahal dengan tenagannya itu dia masih bisa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang lebih berat", jawab orang tua satunya lagi dengan ketusnya.

Salman Alfarisi tidak mendengar pembicaraan mereka berdua. Dia tetap melangkah pergi ke kediaman Kanjeng Nabi melaksanakan perintah mereka.

"Assalamu'alaikum... Nyuwun sewu Kanjeng Nabi, kulo diutus tiyang kaleh niko nyuwun lauk makanan dateng panjenengan", kata Salman Alfarisi.

"Wa'alaikumsalam... Lha ngopo kok njaluk lauk rene?", tanya Kanjeng Nabi.

"Tirose tiyang kalih niko namung enten gandum, boten gadhah lauk Kanjeng Nabi."

"Hmm... Ngene yo, kowe mbalik o maneh neng wong loro kae, omongno nek wong loro kae sakjane wes duwe lauk makanan, dadi ora sah njaluk mrene."

"Nopo nggih Kanjeng Nabi?", tanya dia dengan kagetnya.

"Iyo..."

Lalu kembalilah dia ke tempat dua orang tua tadi. Dia pun menjelaskan bahwa Kanjeng Nabi dawuh kalau mereka sebenarnya sudah punya lauk makanan, jadi tidak usah minta kepada Kanjeng Nabi.

"LOH! Lauk makanan opo! Lha wong iki genah onone gandum thok kok, ora ono opo-opo maneh!", jawab orang tua satu dengan kagetnya.

"Lha iyo!", jawab orang tua satunya lagi dengan terheran-heran juga.

Mereka berdua pun pergi ke kediaman Kanjeng Nabi. Mereka penasaran. Lauk makanan apa yang dimaksud oleh Kanjeng Nabi.

"Wahai Kanjeng Nabi, lauk nopo ingkang Kanjeng Nabi maksudkan?", tanya salah satu orang.

"Lha itu, di mulut kalian berdua itu sudah ada lauk makanan berupa bangkai daging yang sisa-sisa darahnya masih ada di sekitar mulut kalian berdua!", jawab Kanjeng Nabi.

"HAH!!!", mereka berdua pun kaget.

"Apa kalian tidak sadar bahwa membicarakan keburukan orang lain itu sama seperti memakan bangkai saudara kalian sendiri?"

"Astaghfirullah..!", penyesalan mereka berdua.

Mereka berdua pun bertaubat. Menyesal. Mereka minta maaf kepada Salman Alfarisi. Mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Orang pintar membicarakan kebaikan orang lain. Orang bodoh membicarakan keburukan orang lain.




Selasa, 29 Oktober 2024

Ada Apa Ini Pak Lurah


Di desa kami dukuh Pagersari desa Penaruban kecamatan Weleri kabupaten Kendal Jawa Tengah, baru saja mengadakan program ronda siskamling.

Program ini baru berjalan 3 minggu dan alhamdulillah para warga begitu antusias menjalankan progam ini.

Saya sendiri dapat jadwal ronda hari Sabtu malam minggu. Bersama mas Umar, mas Soni, Pak Ngadiono dan Pak Jatmiko.

Titik kumpul ronda dimulai di teras rumah Pak RT. Setiap malam kita kumpul di sana dahulu. Nanti lewat jam 12 malam tiap tim ronda akan keliling desa mengambil uang jimpitan sekaligus menjaga keamanan desa.

Setelah selesai keliling desa kita kumpul dan jaduman bareng di rumah Pak RT. Kebetulan sekali pas jadwal ronda kami semalam ada Pak RW, Pak Yus dan mas Tyo yang juga ikut nimbrung. Jadi suasana ronda semalam kelihatan makin kompak dan gayeng.

Banyak hal yang kita bahas dan diskusikan saat kumpul ronda semalam. Salah satunya adalah tentang pembangunan di desa kami dukuh Pagersari yang tidak pernah disentuh sama sekali oleh pihak perangkat desa.

Jadi gini, di desa Penaruban itu ada tiga wilayah. Yaitu Penaruban Lor, Penaruban Tengah dan Penaruban Kidol. Kami berada di wilayah Penaruban Kidol.

Selama Pak Lurah menjabat sampai sekarang ini, pembangunan desa banyak dikerjakan di wilayah Penaruban Lor dan Tengah saja. Sementara Penaruban Kidol tidak ada pembangunan babar blas sama sekali.

Padahal kami sangat butuh perbaikan saluran-saluran air di depan rumah-rumah warga. Saluran-saluran airnya sudah banyak yang rusak dan menyempit. Bahkan di beberapa rumah sudah ada yang ambrol. Sangat membahayakan para pengguna jalan.

Kami sebenarnya sudah mengajukan program perbaikan saluran air ke desa, tapi selama bertahun-tahun desa kami rasanya seperti diacuhkan oleh pihak perangkat desa.

Memang saat kontestasi pilihan lurah beberapa tahun yang lalu para warga desa kami tidak banyak yang mencoblos Pak lurah sebagai calon lurah, tapi setelah terpilih menjadi lurah, seharusnya pertarungan politik sudah selesai. Pak lurah harusnya bisa adil dalam merencanakan dan melaksanakan program-program pembangunan di semua desa Penaruban. Jangan pilih kasih.

"Di acara musdes (musyawarah desa) sudah sering saya singgung mas tentang rencana pembangunan saluran-saluran air di desa kita, tapi ya gitu sama pihak desa hanya di tampung saja rencana tersebut", kata Pak RW sambil menyruput segelas kopi hangat.

Seorang Pak RW yang menjadi tokoh masyarakat desa saja tidak digubris oleh pihak desa, apalagi warga-warga biasa seperti saya ini.

Saya dan para warga dukuh Pagersari merasa bingung mengapa pembangunan di desa kami tidak dilaksanakan secara merata oleh pihak perangkat desa.

Ingat...

Jabatan itu amanah Pak. Jika sebuah amanah tidak dikerjakan dengan semestinya, ya pada akhirnya akan timbul gesekan-gesakan masyarakat yang akan memperkeruh suasana ketentraman desa.

Sebenarnya ada apa to ini Pak Lurah?

Kamis, 20 Juni 2024

9 Insight Mengaji Semalam

Semalam saya mengikuti rutinan ngaji di musholla Nurul Jadid. Rutinan setiap seminggu sekali, tiap hari Selasa malam Rabu bakda shalat isya'. Pengajian diisi oleh ketua takmir musholla, Bpk. Kyai A. Zainal Abidin.

Dari ngaji semalam ada 9 Insight yang bisa saya simpulkan. Berikut ini kesembilan insight-insight tersebut;

1.  Orang-orang muslim dan mukmin yang berkumpul mau hadir ke majlis ilmu oleh Allah ﷻ akan dianggap seperti berada di taman surga.

2.  Kata manusia berasal dari bahasa Arab kata "man" dan "nusia". Man artinya siapa, sedangkan nusia artinya lupa. Jadi manusia itu memang tempatnya salah dan lupa.

3.  Seseorang ketika melakukan maksiat seharusnya sadar, bahwa perbuatan dia selalu dalam pengawasan Allah ﷻ dan malaikat-malaikat-Nya. Tapi kebanyakan mereka sering tidak sadar, bahwa setiap maksiat sekecil apapun tidak pernah luput dari catatan malaikat pencatat amal-amal buruk yaitu malaikat Atid.

4.  Di yaumil hisab nanti anggota-anggota tubuh kita akan memberikan kesaksian kepada Allah ﷻ terhadap amal-amal perbuatan yang sudah kita lakukan di dunia. Tangan akan bicara. Kaki akan bicara. Dan semua anggota -anggota tubuh lainnya. Jika amalnya buruk, ia akan berbicara buruk. Jika baik akan berbicara baik. Jadi selama masih ada di dunia selalu berhati-hatilah dan terus lakukan amal-amal kebaikan.

5.  Setiap maksiat yang dilakukan oleh seorang muslim, jika dibarengi dengan taubat dan istighfar,  maka Allah ﷻ akan membuat lupa malaikat-malaikat-Nya atas dosa maksiat tersebut, asalkan maksiat-maksiat itu maksiat kecil saja. Tidak hanya malaikat yang Allah ﷻ buat lupa, tapi seluruh makhluk dan alam semesta akan Allah ﷻ buat lupa terhadap perbuatan maksiat orang tersebut.

6.  Jangan membicarakan keburukan-keburukan orang lain karena dosanya akan sama dengan dosa perbuatan buruk orang yang kita bicarakan. Jika perbuatan buruk itu memang dia lakukan, kita berdosa. Jika perbuatan buruk itu ternyata tidak dia lakukan, kita malah lebih berdosa lagi. Rugi kan?

7.  Jangan mengingat dan membicarakan keburukan-keburukan orang yang sudah meninggal karena dosanya sangat berat. Seburuk apapun lupakan keburukannya. Ingatlah kebaikannya.

8.  Sebaik apapun amal perbuatan seseorang, sebelum masuk ke surga dia akan tetap merasakan panasnya api neraka jahanam. Tentunya kadar panasnya sesuai dengan amal perbuatan mereka ketika di dunia.

9.  Sering-seringlah melaksanakan shalat berjamaah dan belajar agama ke majlis ilmu karena Ibadah-ibadah tersebut bisa melembutkan hati kita. Hati yang lembut akan mudah menerima nasehat, hidayah dan membuat diri jadi makin taat beribadah.

Itulah tadi kesembilan insight mengaji semalam di musholla Nurul Jadid Pagersari Penaruban Weleri.

Semoga dengan membacanya bertambah pengetahuan agama kita. Bertambah pahala kebaikan kita. Dan bertambah iman, Ihsan dan Islam kita kepada Allah ﷻ.

Aamiin...

Semoga bermanfaat.

Bagi yang mau ikut rutinan mengaji monggo langsung hadir ke musholla Nurul Jadid di dukuh Pagersari desa Penaruban Kec. Weleri. 
Rutinan dilaksanakan tiap seminggu sekali, setiap hari Selasa malam Rabu bakda shalat isya'. Pengajian untuk umum bebas untuk semua kalangan.

Kami tunggu kedatangan Anda.

Pedagang Pengajar Penerbang

Senin, 17 Juni 2024

Mengapa 5 Kebiasaan Hidup Ini Penting Dalam Kehidupan Saya Sehari-Hari



Hidup itu tidak lepas dari yang namanya kebiasaan-kebiasaan. Baik itu kebiasaan baik ataupun buruk. Kebiasaan baik akan mengantarkan hidup kita kepada hal-hal yang baik. Sedangkan kebiasaan buruk akan mengantarkan kita kepada hal-hal yang buruk.

Selama beberapa tahun ini saya sedang berusaha membangun 5 kebiasaan-kebiasaan baik berikut ini. Mengapa saya membangun 5 kebiasaan-kebiasaan ini setiap hari? Nah, kamu bisa baca terus sampai selesai ya.

1.  Menulis
Setiap pagi saya berusaha untuk menulis. Entah itu menulis cerita, pemikiran, perasaan, obrolan, insight sebuah ilmu ataupun yang lainnya. Ternyata kebiasaan menulis ini bisa melatih otak saya untuk berpikir sistematis. Berpikir sistematis itu penting untuk komunikasi kita kepada orang lain. Baik itu komunikasi verbal, tekstual maupun audio visual.

2.  Membaca
Ada 4 tema bacaan wajib saya setiap hari. Tema-temanya diantaranya adalah tentang agama, self growth, copywriting dan lain-lain. Semua saya baca online. Setelah membaca, setiap link bacaan-bacaan saya simpan dengan rapi di aplikasi Notion.

Dengan membaca tema-tema ini setiap hari, saya jadi punya banyak referensi ketika ingin menulis tema tentang agama, self growth ataupun copywriting. Saya jadi punya banyak rujukan.

Lagipula kata "Iqra'", yang artinya bacalah, adalah ayat pertama yang Allah wahyukan kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ di dalam Alquran. Jadi saya harus coba mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

3.  Mengajar
Saya sudah mengajar selama ± 7 bulan di MDTU NU (Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Nahdatul Ulama) 18 Nurul Jadid. Madrasah ini berada di dukuh Pagersari desa Penaruban kec. Weleri kab. Kendal Jawa Tengah.

Saya mengajar pelajaran bahasa arab, akhlak, ke-NU-an dan mengaji. Saya sebenarnya tidak ingin jadi guru, tapi ternyata Allah ﷻ menghendaki saya harus mengajar. Kalau yang Ini ceritanya panjang. Insyaallah kapan-kapan saya akan ceritakan. Hehe...

Selama 7 bulan mengajar ternyata banyak sekali manfaat yang bisa saya dapatkan. Salah satunya adalah keberkahan dan kemudahan hidup. Rasanya setelah rutin mengajar semua urusan-urusan hidup saya jadi lebih mudah. Contohnya seperti dagangan di butik kami Griya Aniqah Hijab jadi makin laris, keluarga juga makin tentram dan rasanya seperti tidak mudah capek mengerjakan pekerjaan apa saja. Alhamdulillah Allah ﷻ berikan banyak kemudahan.

4.  Shalat Berjamaah
Saya setiap hari saya berusaha untuk shalat berjamaah 5 waktu. Ya meskipun belum bisa ful 5 waktu, saya selalu berusaha terus.

Menurut pengalaman saya, shalat berjamaah itu rasanya beda dengan shalat sendiri. Setelah shalat berjamaah rasanya pikiran-pikiran negatif jadi cepat hilang. Pikiran jadi makin fresh. Perasaan negatif juga tiba-tiba cepat hilang. Rasanya jadi makin hepi terus.

Nah, makanya ketika saya lagi stres mengerjakan semua urusan butik, madrasah dan rumah yang rumit dan ga kelar-kelar, shalat jamaah bisa jadi sebuah terapi bagi saya. Terapi yang murah, mudah dan insyaallah ada nilai berkah.

5.  Baca Alquran
Setiap selesai shalat saya selalu sempatkan membaca Alquran. Sedikit saja, hanya 1 maqro/'ain bacaan. Jika tidak sempat ya saya tinggalkan saja. Tapi yang pasti di setiap shalat 5 waktu, insyaallah pasti ada salah satu shalat yang saya barengi dengan membaca Alquran.

Kata kyai kami membaca Alquran itu faedahnya banyak banget. Setiap huruf, kata dan kalimat yang kita baca bisa jadi tameng diri kita. Tameng dari pikiran-pikiran buruk yang menjerumuskan. Tameng dari godaan-godaan hawa nafsu negatif. Dan tameng dari bala, musibah dan keburukan-keburukan yang terkadang bisa menghantui kehidupan kita sehari-hari.

Itulah tadi 5 kebiasaan-kebiasaan hidup yang sedang saya bangun setiap hari. Semoga saja dengan membangun 5 kebiasaan-kebiasaan ini hidup saya akan mengalami perubahan yang lebih baik di masa depan.

Dari kelima kebiasaan-kebiasaan di atas apakah ada salah satu yang kamu kerjakan juga? Coba berikan jawaban kamu di kolom komentar sekarang.

Pedagang Pengajar Penerbang







Merintis Jualan Lagi

Hari ini kami buka perdana jualan es jeruk di kota Ponorogo. Kami buat brand es jeruk baru dengan nama NIKIJERUK . Jualannya di ...